Peran Muslim Sunni Moderat Dalam Menangkal Gerakan Ektrimisme Jama’at Nusrat Al-Islam Wal-Muslimin (JNIM) Di Pantai Gading
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam 23, no. 1 (2026): 233-47
Cites The New Vitality of Salafism in Côte d’Ivoire: Toward a Radicalization of Ivoirian Islam?
Dalam literatur, sebagian organisasi ini memiliki akar reformis-Salafi, tetapi dalam konteks Pantai Gading mereka cenderung berkembang sebagai aktor non-kekerasan yang menegaskan jarak dari jihadisme bersenjata.
Oleh karenanya komunitas ini tidak berjalan lama dan menimbulkan dinamika internal organisasi Islam seperti krisis berkepanjangan pada dekade 1980-an, mendorong terjadinya transformasi ideologis dan organisatoris.
Transformasi ini ditandai secara institusional melalui perubahan nama organisasi besar AMOCI menjadi Association des Musulmans Sunnites de Côte d’Ivoire (AMSCI) pada tahun 1997 (diresmikan pada 2001), sebagai upaya Redefinisi identitas muslim salafi Orthodoks ke muslim yang lebih moderat serta perluasan legitimasi nilai-nilai tersebut dalam Sosial-keagamaan.
Frédérick Madore menunjukkan bahwa dinamika internal gerakan ini pada 1990-an dan 2000-an mengarah pada penguatan organisasi, pembinaan kader, ekspansi pendidikan, dan pencarian legitimasi publik, bukan pada pembenaran kekerasan. Bahkan ketika memiliki akar Salafi, gerakan ini lebih tepat dipahami sebagai arus legalis dan dakwahis daripada gerakan militan.
Cites L’islam ivoirien et burkinabé à l’ère du numérique 2.0
Dalam situasi ancaman ekstremisme yang terjadi pemanfaatan media digital dapat memungkinkan ulama dan organisasi Islam menyebarkan kontra-narasi secara cepat, terutama untuk menjangkau pemuda urban dan masyarakat yang aktif di ruang digital.
para ulama sejak awal sudah menegaskan bahwa terorisme tidak memiliki legitimasi dalam Islam.